Satu menit yang kunikmati dengan kegembiraan, lebih bernilai daripada satu tahun dalam penyesalan, keluhan, dan kemarahan.
Hari ini aku akan berbahagia!
Hari ini aku akan lebih bertindak daripada hanya melamunkan kebahagiaan.
Hari ini aku akan menjadi penyayang daripada hanya mengeluhkan kurangnya kasih sayang dari orang lain.
Hari ini aku akan hidup sepenuhnya.
Tuhanku Yang Maha Damai,
Dampingilah upayaku untuk menjadi pribadi yang damai, yang elegan, dan yang membantu mendamaikan kegalauan sesamaku.
Tuhanku Yang Maha Kaya,
Berikanlah kepadaku sedikit saja dari kekayaanMu yang tak terbatas itu, sejahterakanlah aku dan keluargaku, mampukanlah aku sebagaimana telah Kau mampukan banyak orang kaya dan berkuasa sebelumku, jadikanlah aku setia menggunakan kekayaan dan kekuasaan itu untuk kebaikan hidup dari sebanyak mungkin saudaraku.
Tuhan, aku mohon Engkau memulai itu semua dengan rezeki yang baik bagiku hari ini.
Aamiin"
(Source: thefingerfucker, via e-rocki)
Karena itu sebuah tanda baginya, bahwa ia penting bagimu."
ia akan memperlakukanmu dengan hormat,
dan tak menelantarkanmu untuk mengemis perhatian."
Jika hati harus berkali-kali bergetar, ratusan kali berdesir, maka cukup sampai di situ saja, tunggu sampai waktunya. Tak perlu sampai ada getar pandangan atau desir bisikan. Jangan sampai akhirnya penghujan tiba di hati hanya karena getar yang tak kunjung puas padanya, ada saatnya nanti. Ada saatnya indra kita nanti berkata cinta, saat hati boleh berbagi energinya. Jangan sampai permaisuri shalihah itu tak lagi sholihah, hanya karena getar yang terlalu ingin berbagi.
Dan ketika pandangan ini benar-benar terjaga maka ia akan menjadi lebih berarti, menjadi sebuah tatapan manis yang hanya tersaji untuk seorang permaisuri yang sah dihadapan-Nya. Begitupula ketika manisnya rangkaian ucap cinta tetap terjaga maka ia akan menjadi sangat berarti, menjadi sebuah ucapan yang hanya terbisik lirih di telinganya. Tak ada bedanya dengan tangan ini, biarkan saja kelak ia hanya memberi dekapan hangat kepada dia yang sah dihadapan-Nya.
*catatan singkat untuk seorang teman, sahabat, dan saudara yang siap bergenggam tangan dengan permaisuri sholihah untuk melakukan sebuah lompatan awal menuju firdaus-Nya"
Seseorang yang sentiasa tersenyum riang di hadapanmu,
Ketahuilah dia sering menyapu air matanya tatkala sendirian.
Seseorang yang sentiasa bergurau senda di hadapanmu,
Ketahuilah dialah seorang pemurung tatkala sendirian.
Seseorang yang sentiasa menyuntik kata-kata semangat dan
perangsang kepadamu,
Ketahuilah tatkala itu dia sedang menyulam hatinya yang retak seribu.
Seseorang yang sentiasa kelihatan kuat di hadapanmu,
Ketahuilah dialah yang sentiasa mengadu lemah di hadapan Tuhannya.
Seseorang yang ketawanya menceriakan harimu,
Ketahuilah tatkala itu dia sedang membalut duka di dadanya.
Seseorang yang sering memberi hadiah kepadamu,
Ketahuilah dialah insan yang tidak pernah mendapatkannya.
Seseorang yang bebas mengeluarkan cetusan fikirannya,
Ketahuilah dialah seorang ‘pertapa setia’ yang tidak mampu
bersuara tatkala sendirian.
(Source: islahnafsi, via civirily)

